Outing Class SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah

Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah adalah kegiatan Outing Class. Kegiatan Outing Class, sebagaimana namanya yang berarti keluar kelas- merupakan kegiatan yang melibatkan siswa untuk mengunjungi tempat atau sarana edukasi di luar sekolah, seperti Hotel, Pasar, Taman, Pusat Perbelanjaan, Gudang Penyimpanan, Lahan Pertanian, Museum, dan tempat-tempat lainnya yang bisa memperkenalkan siswa akan kegiatan masyarakat dalam upaya menambah pengetahuan dan kecintaannya akan ilmu yang bisa dipelajari di mana saja.

Pada Outing class kali ini, SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah mengunjungi Museum Negeri Lambung Mangkurat yang letaknya tidak telalu jauh, yakni di Jl. A. Yani Km. 36. Di sana siswa bisa belajar dan mengamati langsung peninggalan sejarah dari masa kemasa dan lebih meningkatkan rasa nasionalisme dan kedaerahan mereka.

Museum Lambung Mangkurat adalah sebuah museum provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di kota Banjarbaru,Kalimantan Selatan. Alamat museum ini di Jalan Jenderal Ahmad Yani km 36 Kota Banjarbaru kode pos 70711, telp: (0511) 4772453, faksimile (0511) 4780312.

Sejarah

Bermula dari Museum Borneo yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1907 di Banjarmasin. Akibat masuknya penjajahan Jepang, Museum Borneo berakhir dan dilanjutkan pencetusannya oleh Gubernur Milono dengan didirikannya Museum Kalimantan pada tanggal 22 Desember 1955. Separuh dari koleksi museum ini merupakan kepunyaan Kiai Amir Hasan Bondan Kejawen sebagai salah satu Bapak Pioneer Museum.
Didahului dengan diselenggarakannya Konferensi Kebudayaan pada tahun 1957 di Banjarmasin, yang sepuluh tahun kemudian (1967) diresmikan berdirinya kembali museum yang diberi nama Museum Banjar. Museum Banjar berakhir dan koleksinya dipindahkan ke Museum Lambung Mangkurat bertempat di Banjarbaru tepatnya di jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Kelurahan Banjarbaru Utara. Museum Lambung Mangkurat mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979.
Bermula dari Museum Borneo yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1907 di Banjarmasin. Akibat masuknya penjajahan Jepang, Museum Borneo berakhir dan dilanjutkan pencetusannya oleh Gubernur Milono dengan didirikannya Museum Kalimantan pada tanggal 22 Desember 1955. Separuh dari koleksi museum ini merupakan kepunyaan Kiai Amir Hasan Bondan Kejawen sebagai salah satu Bapak Pioneer Museum.
Didahului dengan diselenggarakannya Konferensi Kebudayaan pada tahun 1957 di Banjarmasin, yang sepuluh tahun kemudian (1967) diresmikan berdirinya kembali museum yang diberi nama Museum Banjar. Museum Banjar berakhir dan koleksinya dipindahkan ke Museum Lambung Mangkurat bertempat di Banjarbaru tepatnya di jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Kelurahan Banjarbaru Utara. Museum Lambung Mangkurat mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979.

Posting Komentar

0 Komentar