World Book Day

Nyatanya sejarah peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh 23 April, pertama kali dibuat pada tahun 1923. Peringatan ini pertama kali dibuat oleh penjual buku di Spanyol sebagai cara untuk menghormati penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada hari itu.
Barulah mulai tahun 1995, peringat Hari Buku Sedunia ini pun dimulai. UNESCO memutuskan bahwa World Book Day dan Copyright Day atau Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada 23 April.

Tidakkah kita belajar dari Sejarah?
Masih ingatkah di tahun 1258, ketika penyerangan bangsa Mongol ke kota Baghdad?
Baghdad, yang tercatat dalam sejarah, banyak melahirkan ilmuwan2 muslim, dan karya2nya didokumentasikan dalam buku2. Di tahun tersebut, salahsatu yang dihancurkan adalah "GUDANG ILMU", 36 perpustakaan di kota tersebut, hancur lebur. Buku2 yang ada, dilemparkan ke Sungai Tigris. Begitu juga, dengan perpustakaan Kordoba, banyak buku yang dihancurkan dan dibawa oleh Ratu Isabela.

Menghancurkan sebuah peradaban dan kejayaan, ternyata, lebih mudah dihancurkan melalui ilmu yang sudah tertulis dalam kitab dan ilmu, sehingga ilmu2 tersebut, tidak bisa sampai di generasi selanjutnya. Seiring dengan penghancuran gudang ilmu tersebut, mundurlah pula peradaban dan kejayaan yang telah ada di sana.

Sejarah ada, untuk kita ambil pelajaran di dalamnya.
Jika di masa lalu, peradaban mundur karena hancurnya gudang ilmu pengetahuan, maka, untuk membangun sebuah peradaban dan kejayaan, kita mulai dari rumah dan sekolah.
Membangkitkan minat baca pada keluarga dan peserta didik, memberikan stimulus supaya kita cinta akan ilmu pengetahuan, membangun sebuah perpustakaan mini perlahan demi perlahan.

Mengajak orang-orang terdekat kita untuk mencintai ilmu dari semenjak dini, insyaALLAH semoga ini artinya, peradaban yang gemilang perlahan-lahan akan bangkit.
Selamat Hari Buku Sedunia...
-ambubintang- (rie)

Posting Komentar

0 Komentar